Wajar Asing Pertanyakan Penerapan Hukum Rajam di Aceh
DDII Sarankan Gubernur
Hapus Sanksi Zina
Banda Aceh (12/11)-Munculnya pertanyaan tentang penerapan hukum Islam yang kemudian diatur dalam sebuah Qanun oleh Wakil Duta Besar Amerika Serikat, Ted Osius, ditanggapi sebagai hal yang wajar. Apalagi, dalam budaya dan Undang-undang di Amerika tidak terdapat hal tersebut.
“Pertanyaan Ted itu, sama dengan pertanyaan orang-orang kita mengenai budaya dan UU Amerika yang sama sekali dalam kehidupan kita,” ujar Ghazali Abbas Adan, Ketua Majelis Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Aceh, Kamis (12/11).
Sementara mengenai nilai moderasi, toleransi dan pluralisme, kata Ghazali, itu semua ada acuannya. Ada konsep halal dan haram serta ma’ruf munkar yang ditegakkan.
Berkaitan dengan belum ditandatanganinya qanun tersebut, menurut Ghazali oleh Irwandi Yusuf, mungkin sebuah hal yang tepat. Tapi, lanjutnya, mengenai qanun tersebut masih berbentuk draf atau sebatas konsep seperti yang dikatakan pejabat Aceh selama ini, Ghazali membantahnya.
“Menurut saya dalam Islam memang sudah diatur sanksi yang demikian terhadap pelaku zina,” jelasnya. Read more…
Mahsyar : “Semoga Irwandi Tidak Mati kafir”
# Demo Mahsyar untuk Qanun Jinayat
Banda Aceh(6/11)- Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, dituntut mundur dari jabatannya oleh massa mahasiswa yang menamakan dirinya dengan Mahasiswa Untuk Syariat Islam (Mahsyar), dalam aksinya di kantor Gubernur Aceh, Jumat (6/11). Tuntutan tersebut muncul akibat tidak berjalannya Qanun Jinayat dan Qanun Acara Jinayat yang telah disahkan DPRA, oleh pihak eksekutif.
“Lebih baik mundur (Irwandi-red) jika tidak mau menandatangani Qanun Jinayah,” teriak para demonstran dari luar pekarangan, halaman kantor Gubernur Aceh, di awal aksinya, sekira pukul 11.10 WIB tersebut.
Massa yang mulanya tidak diperbolehkan masuk, terus berorasi dan meneriakkan adanya konspirasi dan politisasi dalam mengesahkan qanun tersebut seraya mendorong pintu gerbang utama kantor Pemerintahan Aceh.
Menurut koordinator aksi Mahsyar, Faisal Plimbang, saat ini Gubernur terkesan lebih mendengarkan suara-suara asing dibandingkan suara rakyat Aceh. Sehingga, Qanun Jinayat yang seharusnya menjadi salah satu implementasi UU-PA, tidak kunjung dijalankan.
Dalam orasinya di badan jalan Tgk. Daud Beureueh tersebut, massa Mahsyar juga menuding Irwandi terlibat dalam kasus pelanggaran syariat. Karenanya, orang nomor satu di Aceh tersebut, katanya, terkesan ogah untuk mengesahkan hukum Islam yang sudah diatur parlemen. Read more…
RSPO Perdebatkan Konsensus Gas Rumah Kaca
Konsensus tentang pengurangan gas rumah kaca menjadi perdebatan di antara pemangku kepentingan pada Roundtable on Sustainable Palm Oil Ke-7 di Kuala Lumpur, Malaysia. Pertemuan ini berlangsung 1-5 November.
”Sejumlah organisasi non pemerintah di bidang lingkungan dan sosial mendesak agar semua pemangku kepentingan memasukkan konsensus pengurangan emisi gas rumah kaca sebagai salah satu kriteria sertifikasi bagi anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO),” ujar Muhammad Nur, Kepala Divisi Riset dan Informasi walhi Aceh, Rabu (4/11).
Katanya, di pihak lain, produsen minyak kelapa sawit menilai, masih perlu waktu untuk memasukkan konsensus pengurangan emisi gas rumah kaca dalam kriteria sertifikasi.
Ungkap M. Nur, Presiden RSPO Jan-Kees Vis, merasa kecewa karena RSPO tersebut, masih belum dapat menghasilkan keputusan terkait konsensus pengurangan emisi gas rumah kaca.
”Ketika dunia di sekitar kita tampak lumpuh dan tak bisa mengambil sikap (terkait pengurangan emisi gas rumah kaca), RSPO juga kehilangan peluang untuk bersikap berani dan visioner. Kami akan dikritik karena itu,” kata M. Nur, mengutip pernyataan Jan-Kees Vis dalam pidato pembukaan pertemuan RSPO, Senin (2/11). Read more…
Hajar Teroris di Lima Titik
Dor..dor..dor..letupan dari senjata laras panjang mereka berbunyi. Pria berseragam loreng hijau yang tak lain Raider TNI tersebut, dengan sigap loncat dari dua mobil bak terbuka. Empat diantara serdadu itu berjongkok di kiri dan kanan gerbang gedung hotel Cakra Donya, Banda Aceh. Sementara empat lainnya kembali meletupkan senjata ke beranda hotel.
Dalam hitungan detik, beberapa personil Raider yang masuk ke dalam hotel tersebut, keluar dengan memapah seorang pria berseragam PDH hitam-hitam. Pria berusia sekitar 30-an tersebut diboyong ke dalam panser yang sudah terparkir di depan hotel. Sementara prajurit Raider yang berjaga-jaga, dalam hitungan detik melompat kembali ke dalam mobil bak terbuka.
Suiiitttttt…sebuah benda berasap di lempar oleh prajurit terakhir yang keluar dari hotel. Seketika, kepulan asap itu memenuhi beranda hotel. Tidak hanya satu, personil TNI yang berada di atas mobil juga melempar sebuah bom asap lagi ketika kendaraan tempur tentara itu melaju.
Semua kendaraan mesin itu, akhirnya menghilang ke arah Kantor Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda. Read more…
Lampu Padam Si Jago Merah Hanguskan Lima Rumah
Banda Aceh-Setidaknya lima rumah terbakar di dua tempat akibat akibat padamnya listrik. Empat rumah milik Haji Umar yang berada di Jalan Kiri, Gampong Blang Cut, Suka Damai-Lueng Bata, Banda Aceh dan satu rumah milik Asiah,Lhokseumawe, hangus dilalap si jago merah, sekira pukul 21.30 WIB, Jumat (16/10). Menurut informasi sementara, api di duga berasal dari lilin yang dijadikan penerangan akibat listrik padam oleh salah satu pemilik rumah tersebut.
“Saya dengar tiba-tiba ada tetangga yang minta tolong. Pas saya keluar, tahu-tahunya ada kebakaran,” ujar Chairiati, tetangga korban yang dinding rumahnya ikut dilalap api, namun berhasil dipadamkan oleh tim jagawana api dari kota Banda Aceh.
Menurutnya, api berasal dari salah satu rumah kost milik Haji Umar. Saat kejadian, di lokasi tersebut sedang terjadi pemadaman listrik oleh PLN. “Listrik sudah lama mati, sekira pukul 18.00 sore. Mungkin, anak-anak gadis disana membakar lilin sebagai penerang yang mengakibatkan kebakaran,” lanjutnya.
Untuk mengatasi menjalarnya api di kemukiman padat penduduk tersebut, pemadam kebakaran kota Banda Aceh menerjunkan sekitar enam unit mobil pemadam ke lokasi. Pemadam kebakaran dibantu warga sekitar, baru bisa memadamkan api sekira pukul 23.00 WIB. Read more…
Pesan Dinding
Beberapa hari lalu aku menyempatkan diri memenuhi ajakan kawan, menikmati secangkir kopi di kedai Taufiq, Peunayong, Banda Aceh. Kebetulan kami sudah lama tak bertemu meski berada di satu kota dan satu profesi yang sama. Dia dengan kesibukannya dan aku dengan kesendirianku. Dalam reuni tersebut, turut hadir beberapa kawan seperjuangan lainnya.
Seperti biasa, kawanku yang satu ini selalu mengawali pembicaraan dengan kisah liputannya yang terbaru. Mulai menjelajah hutan, mendaki gunung, lewati lembah (bukan ninja hattori-tapi) dan petualangan liputan lainnya, yang menurut ceritanya itu seru. Sebagai bukti, ia memperlihatkan kepadaku dan kawan-kawan beberpa lembar gambar hasil jepret sana-sini di lokasi yang ditempuh.
Aku percaya. Kawan-kawan juga percaya. Read more…
Blogger Kuba Dilarang ke Amerika Terima Penghargaan
Larangan tersebut dikenakan kepada Sanchez, 34 tahun, seorang blogger perempuan yang punya tagline “Generacion Y” (www.desdecuba.com/generaciony), seorang pengkritik pemerintahan komunis Kuba, penerima penghargaan Maria Moors Cabot Prize hari Rabu di New York.
Maria Moors Cabot Prize diberikan kepada jurnalis di belahan bumi barat yang bekerja untuk meningkatkan pemahaman antar Amerika. “Saya kecewa pemerintah Kuba melarang Yoani Sanchez berangkat ke New York untuk menerima penghargaan resmi Maria Moors Cabot,” kata Nicholas dalam sebuah pernyataannya.
“Pemerintah Kuba seharusnya menghargai kerja keras Sanchez, sebagai tanda bahwa kaum muda siap membawa Kuba ke masa depan yang lebih baik, salah satunya memiliki kebebasan pers,” katanya. Read more…
Intai Illegal Logging
Pedagang Ikan Asin di Aceh Jaya
2012
Banda Aceh (14/10)Santer terdengar kabar tak sedap menjelang akhir tahun ini. Kabar itu berupa kiamat yang diklaim tahun 2012 nanti akan terjadi. Kabar berupa isu tersebut, kemudian disodorkan pula dengan teori-teori evolusi dan perkiraan kalender suku Maya zaman dulu.
Dari laman berita Kompas, berjudul Kiamat Tahun 2012 Dibantah, sedikitnya melegakan orang-orang seperti saya. Walaupun kabar itu tak sepenuhnya dapat dipercaya, sesuai keimanan yang saya miliki selaku muslim, namun kabar itu jelas-jelas telah mengganggu jalan hidup saya selaku ummat yang belum sepenuhnya bertaubat. Lihat saja, dalam Islam bukankah sudah banyak gejala-gejala yang diperlihatkan sesuai ayat Al-Quran seperti musibah gempa dan tsunami tempo hari, perang saudara, wabah penyakit, kekeringan dan semacamnya?Bagi saya, pernyataan Kiamat yang dikatakan oleh ahli-ahli dari Barat tahun 2012, belum mutlak menjadi pegangan. Namun, mengaitkan gejala-gejala yang disebutkan dalam kitab suci kami, membuat itu menjadi mimpi buruk.
Karena tertarik dengan berita tersebut, saya mencomot Koran Kompas langganan kantor kami untuk menilik isi berita itu. Di dalamnya, dikatakan Apolinario Chile Pixtun, seorang tetua Indian Maya, mengatakan bosan dengan pertanyaan mengenai kalender Maya yang memperkirakan kiamat pada 21 Desember 2012.
Menurutnya, berita itu tidak benar. “Saya kembali dari Inggris tahun lalu dan mereka membuat saya muak dengan hal itu,” jelasnya. Read more…





kritik untukku