Tolak Pilkada Itu Tidak Realistis

Posted: November 15, 2011 in Straight

Banda Aceh | News

“Penundaan Pemilukada yang didengungkan oleh partai-partai Politik dan tokoh-tokoh politik pendukung agar pemilukada ditunda, tidaklah realistis dan terkesan sangat tendesius pada kepentingan pragmatis politik,” ungkap Plt. Ketua Umum DPP Partai SIRA, Faisal Ridha, Selasa (15/11).

Menurutnya, menunda pemilukada dengan berbagai argumentasi yang dilontarkan oleh sebagian politisi Aceh, terkesan tidak berorientasi pada penyelamatan perdamaian dan pembangunan berkelanjutan di Aceh.

“Apalagi saat upaya penundaan ini dilanjutkan dengan langkah penggalangan public yang sebenarnya tidak mengetahui secara utuh esensi dari perdebatan yang sedang berlangsung dikalangan elit politik ini. Sehingga yang tersampaikan ke publik adalah pembenaran-pembenaran yang jika ditelaah dari sisi hierarki hukum dan perundang-undangan, sejarah kesepakatan Damai (MoU Helsinki lahir) dan proses pembentukan UU PA, serta orientasi perdamaian Aceh itu sendiri, merupakan pemutarbalikan informasi yang sebenarnya,” ujarnya.

Bahkan, Faisal Ridha menambahkan, yang cukup disayangkan, informasi-informasi yang kurang benar ini justru disampaikan oleh orang-orang yang paham benar proses dan orientasi UU PA dan MoU Helsinki. Padahal, sebagian besar dari para elit ini terlibat aktif dalam pembahasan kesepakatan damai serta pembentukan UU PA.

Karenanya, Partai SIRA mengharapkan agar elit politik Aceh, tidak melontarkan opini yang kurang bijak ke publik agar tidak membuat masyarakat luas, semakin resah. Opini-opini yang dilontarkan selama ini lebih menjadi pendorong terjadinya kondisi mencekam dengan mengkotak-kotakkan publik, menjadi kelompok-kelompok tertentu.
“Menurut cara pandang Partai SIRA, perdebatan ini adalah perdebatan regulasi (aturan) serta system demokrasi. Jadi mari selesaikan dengan cara dialog dan argumentative dan jangan sampai tergiring pada upaya penggalangan dukung mendukung dari publik yang dapat dipastikan kurang paham pada esensi perdebatan yang sedang berlangsung (fanatic semu),” himbaunya.

Sementara secara substansial (keikutsertaan calon independen ataupun tidak), Faisal mengatakan, keduanya tetap pada orientasi untuk perbaikan system demokrasi. Faisal juga mengatakan agar masyarakat tetap yakin bahwa pemilukada di Aceh akan berlangsung dengan Damai.

“Jangan terprovokasi terhadap seluruh opini yang menggiring situasi politik dan kehidupan masyarakat menjadi mencekam. Teruslah bersikap dan mendorong agar situasi kehidupan masyarakat damai dan tentram,” akhirinya.[]Release

Komentar telah ditutup